• Featured

    Windows 8 Could Have Nine Different Backgrounds and Editions

  • Featured

    Don't miss these 10 Things if you are going for Picnic.

  • Articles

    iPhone 6 Will Look Like

  • Articles

    Solar Powered UAVs To Replace Satellites

  • Seperti yang telah diketahui bahwa hubungan antara Valentino Rossi dengan Repsol Honda memang sudah sejak lama diketahui kurang harmonis. Hal yang semakin mempertegas hal ini adalah 'perang' atau twit-war yang terjadi antara keduanya melalui jejaring sosial Twitter.

    Kejadiannya bermula dari sebuah posting HRC melalui akun twitternya (@HRC_MotoGP). HRC mempublikasikan gambar yang berisi statistik perbandingan antara Rossi dengan Casey Stoner sejak tahun 2006 lalu.

    Statistik itu menyebut kalau sejak musim 2006 Stoner sudah menjalani 100 balapan, meraih 33 kemenangan, 34 pole position, 59 podium, dua titel juara dunia dan kemenangan balapan mencapai 33%.

    Catatan yang dimiliki Stoner tersebut lebih baik dari yang dipunya Rossi. Pada periode yang sama, The Doctor menjalani 101 balapan, meraih 26 kemenangan, 19 pole, 58 podium, dua titel juara dunia dan prosentase kemenangan yang sebesar 25,7%.

    HRC memposting gambar statistik tersebut dengan disertai tulisan 'statistik berbicara'. Inilah yang kemudian membuat Rossi terpancing. Juara dunia tujuh kali di kelas berbeda itu membalas melalui akun twitter pribadinya @ValeYellow46.

    "Eh eh, sangat mudah membandingkan angka-angka antara saya dengan Stoner sejak 2006, saat (itu) saya sudah memenangi lima titel juara dunia dan memenangi 53 balapan MotoGP. Harusnya yang dibandingkan adalah lima tahun pertama saya dan lima tahun pertama Stoner," tulis Rossi.

    Bukan Rossi saja yang protes dengan postingan HRC tersebut karena beberapa follower mereka juga mempertanyakan maksud pemuatan statistik tersebut. HRC kemudian mencabut postingan tersebut dan mengatakan kalau mereka tak bermaksud meremehkan Rossi.

    "Jangan menganggapnya terlalu serius! Itu cuma sedikit bersenang-senang...."

    "Uhhhh, tidak meremehkan... hanya menunjukkan pencapaian Casey... lagi pula INI adalah twitter milik HRC dan bukan punya Ducati," tulis HRC menjawab protes fans.

    "Ok ok... kami akan menghapusnya... itu bukan meremehkan pencapaian @ValeYellow46 ... hanya membandingkan! #dugdeepenoughnow."

    Apakah statistik ini berpengaruh terhadap ajang MotoGP 2012?. Tunggu saja hasilnya di sirkuit.


    detiksport

    Valentino Rossi dan Honda "perang" di Twitter

    Posted at  22.36  |  in  Valentino Rossi  |  Read More»

    Seperti yang telah diketahui bahwa hubungan antara Valentino Rossi dengan Repsol Honda memang sudah sejak lama diketahui kurang harmonis. Hal yang semakin mempertegas hal ini adalah 'perang' atau twit-war yang terjadi antara keduanya melalui jejaring sosial Twitter.

    Kejadiannya bermula dari sebuah posting HRC melalui akun twitternya (@HRC_MotoGP). HRC mempublikasikan gambar yang berisi statistik perbandingan antara Rossi dengan Casey Stoner sejak tahun 2006 lalu.

    Statistik itu menyebut kalau sejak musim 2006 Stoner sudah menjalani 100 balapan, meraih 33 kemenangan, 34 pole position, 59 podium, dua titel juara dunia dan kemenangan balapan mencapai 33%.

    Catatan yang dimiliki Stoner tersebut lebih baik dari yang dipunya Rossi. Pada periode yang sama, The Doctor menjalani 101 balapan, meraih 26 kemenangan, 19 pole, 58 podium, dua titel juara dunia dan prosentase kemenangan yang sebesar 25,7%.

    HRC memposting gambar statistik tersebut dengan disertai tulisan 'statistik berbicara'. Inilah yang kemudian membuat Rossi terpancing. Juara dunia tujuh kali di kelas berbeda itu membalas melalui akun twitter pribadinya @ValeYellow46.

    "Eh eh, sangat mudah membandingkan angka-angka antara saya dengan Stoner sejak 2006, saat (itu) saya sudah memenangi lima titel juara dunia dan memenangi 53 balapan MotoGP. Harusnya yang dibandingkan adalah lima tahun pertama saya dan lima tahun pertama Stoner," tulis Rossi.

    Bukan Rossi saja yang protes dengan postingan HRC tersebut karena beberapa follower mereka juga mempertanyakan maksud pemuatan statistik tersebut. HRC kemudian mencabut postingan tersebut dan mengatakan kalau mereka tak bermaksud meremehkan Rossi.

    "Jangan menganggapnya terlalu serius! Itu cuma sedikit bersenang-senang...."

    "Uhhhh, tidak meremehkan... hanya menunjukkan pencapaian Casey... lagi pula INI adalah twitter milik HRC dan bukan punya Ducati," tulis HRC menjawab protes fans.

    "Ok ok... kami akan menghapusnya... itu bukan meremehkan pencapaian @ValeYellow46 ... hanya membandingkan! #dugdeepenoughnow."

    Apakah statistik ini berpengaruh terhadap ajang MotoGP 2012?. Tunggu saja hasilnya di sirkuit.


    detiksport

    Jorge Lorenzo test bikin SIM
    Jorge Lorenzo, siapa yang tak kenal dengan salah satu penggawa MotoGp dari Yamaha Racing Factory ini. Beberapa race pun sempat dijuarainya di ajang MotoGP 2011 lalu. Namun siapa sangka kalau Jorge Lorenzo ternyata belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sepeda motor. Bahkan, untuk mendapatkan SIM tersebut ia masih harus 'belajar naik motor' di negeri asalnya.

    Dalam situs resmi MotoGP diungkapkan bahwa 'rahasia' Lorenzo itu membuat heboh jejaring sosial. Saat ini, Lorenzo baru lulus di ujian teori untuk mendapatkan SIM motor beberapa minggu lalu, tapi untuk ujian praktik belum dia lakukan.

    Sebab, untuk menghadapi ujian praktik ini, Lorenzo harus lebih dahulu belajar mengendarai motor yang baik dan benar di jalanan umum. Mungkin dia seorang pembalap yang kencang dilintasan, tapi di jalanan umum, Lorenzo ternyata baru belajar!. Agar bisa lulus ujian praktek SIM tersebut, Lorenzo mengikuti kursus dan melakukan latihan naik motor di kawasan Gunung Montjuic di Barcelona.

    "Saya mendapat lisensi mobil saya pada (umur) 18 dan sejauh ini saya belum merasa perlu untuk mendapatkan lisensi motor saya, karena tidak diperlukan untuk dapat bersaing. Tapi sekarang saya membutuhkannya agar saya bisa naik motor di jalan dan berjalan-jalan di kota dan saya akan mendapatkannya," kata juara dunia MotoGP 2010 itu.

    Untuk melatih dirinya naik motor, Lorenzo mempergunakan Yamaha YBR 250 dan berusaha untuk melakukan beberapa manuver. Menggunakan helm khasnya dan pelindung lutut serta jaket, Lorenzo meliuk-liuk di jalanan.

    "Guru saya Javi adalah satu-satunya orang di dunia yang menyuruh saya berkendara lebih lambat ketika naik motor, dan saya harus memperhatikannya jika saya ingin lulus ujian. Jika Anda jalan cepat, Anda tidak lulus," ujar pria Spanyol ini.

    "Saya harus memperlambat diri. Saya tidak pernah membawa pelan motor saya. Setiap kali naik motor saya selalu saja pergi secepat mungkin. Tetapi sekali Anda mengubah pemikiran Anda maka berjalan cepat di trek dan berjalan normal di jalan adalah hal yang mudah," tuntasnya.


    detiksport

    Jorge Lorenzo baru bikin SIM

    Posted at  21.28  |  in  Jorge Lorenzo  |  Read More»

    Jorge Lorenzo test bikin SIM
    Jorge Lorenzo, siapa yang tak kenal dengan salah satu penggawa MotoGp dari Yamaha Racing Factory ini. Beberapa race pun sempat dijuarainya di ajang MotoGP 2011 lalu. Namun siapa sangka kalau Jorge Lorenzo ternyata belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sepeda motor. Bahkan, untuk mendapatkan SIM tersebut ia masih harus 'belajar naik motor' di negeri asalnya.

    Dalam situs resmi MotoGP diungkapkan bahwa 'rahasia' Lorenzo itu membuat heboh jejaring sosial. Saat ini, Lorenzo baru lulus di ujian teori untuk mendapatkan SIM motor beberapa minggu lalu, tapi untuk ujian praktik belum dia lakukan.

    Sebab, untuk menghadapi ujian praktik ini, Lorenzo harus lebih dahulu belajar mengendarai motor yang baik dan benar di jalanan umum. Mungkin dia seorang pembalap yang kencang dilintasan, tapi di jalanan umum, Lorenzo ternyata baru belajar!. Agar bisa lulus ujian praktek SIM tersebut, Lorenzo mengikuti kursus dan melakukan latihan naik motor di kawasan Gunung Montjuic di Barcelona.

    "Saya mendapat lisensi mobil saya pada (umur) 18 dan sejauh ini saya belum merasa perlu untuk mendapatkan lisensi motor saya, karena tidak diperlukan untuk dapat bersaing. Tapi sekarang saya membutuhkannya agar saya bisa naik motor di jalan dan berjalan-jalan di kota dan saya akan mendapatkannya," kata juara dunia MotoGP 2010 itu.

    Untuk melatih dirinya naik motor, Lorenzo mempergunakan Yamaha YBR 250 dan berusaha untuk melakukan beberapa manuver. Menggunakan helm khasnya dan pelindung lutut serta jaket, Lorenzo meliuk-liuk di jalanan.

    "Guru saya Javi adalah satu-satunya orang di dunia yang menyuruh saya berkendara lebih lambat ketika naik motor, dan saya harus memperhatikannya jika saya ingin lulus ujian. Jika Anda jalan cepat, Anda tidak lulus," ujar pria Spanyol ini.

    "Saya harus memperlambat diri. Saya tidak pernah membawa pelan motor saya. Setiap kali naik motor saya selalu saja pergi secepat mungkin. Tetapi sekali Anda mengubah pemikiran Anda maka berjalan cepat di trek dan berjalan normal di jalan adalah hal yang mudah," tuntasnya.


    detiksport

    Sesi uji coba Valentino Rossi bersama Desmocedici GP12
    Valentino Rossi telah melakukan uji coba Ducati versi eksperimen dari GP12 1000cc  beberapa waktu lalu yang rencananya akan dipakai untuk musim depan, dan begitu juga pembalap dari factory racing lainnya. Ducati Desmosedici kini telah dilengkapi dengan frame perimeter aluminium dan telah diuji coba di Valencia hari ini.

    Dalam sebuah wawancara dengan motogp.com, Direktur Teknik Ducati, Filippo Preziosi menggambarkan versi uji coba Desmosedici, namun ia menekankan bahwa itu hanyalah titik awal untuk mengembangkan Ducati-nya tahun depan.

    "Sekarang kami telah merancang sebuah motor yang memiliki teknologi frame yang berbeda, kami ingin agar motor ini dapat mendistribusikan beratnya dan juga untuk hal-hal yang lainnya sebagai perbandingan. Kemudian kami menganalisa komentar dari sang rider untuk kemudian kami data yang pada akhirnya kami desain sesuai dengan keinginan rider untuk musim tahun depan. "

    Preziosi melanjutkan, keuntungan utama dari frame yang sekarang dipakai adalah. "Chasis ini memungkinkan kami untuk bisa menempatkan mesin dalam posisi yang berbeda dan mengubah poros swingarm. Jadi kami tidak perlu memproduksi mesin lainnya, karena yang menjadi kendala saat ini adalah adanya peraturan yang mengijinkan jumlah maksimum mesin yang digunakan hanya sebanyak enam buah."

    Preziosi mengakui pengorbanan berat sang rider selama musim ini memang ditujukan untuk pengembangan. "Ini adalah hal terburuk yang dapat anda harapkan dari rider. Mereka adalah rider-rider hebat dan mereka ingin tampil untuk melakukan yang terbaik selama balapan di sesi akhir pekan, sehingga meminta mereka untuk melakukan uji coba mesin selama sepekan adalah sesuatu yang sangat sulit. Tapi Valentino melakukannya dan Nicky juga dalam rangka memiliki motor yang lebih baik dan kompetitif di masa depan."

    Uji coba Valentino Rossi dan Desmocedici GP12 di Valencia !

    Posted at  07.50  |  in  Valentino Rossi  |  Read More»

    Sesi uji coba Valentino Rossi bersama Desmocedici GP12
    Valentino Rossi telah melakukan uji coba Ducati versi eksperimen dari GP12 1000cc  beberapa waktu lalu yang rencananya akan dipakai untuk musim depan, dan begitu juga pembalap dari factory racing lainnya. Ducati Desmosedici kini telah dilengkapi dengan frame perimeter aluminium dan telah diuji coba di Valencia hari ini.

    Dalam sebuah wawancara dengan motogp.com, Direktur Teknik Ducati, Filippo Preziosi menggambarkan versi uji coba Desmosedici, namun ia menekankan bahwa itu hanyalah titik awal untuk mengembangkan Ducati-nya tahun depan.

    "Sekarang kami telah merancang sebuah motor yang memiliki teknologi frame yang berbeda, kami ingin agar motor ini dapat mendistribusikan beratnya dan juga untuk hal-hal yang lainnya sebagai perbandingan. Kemudian kami menganalisa komentar dari sang rider untuk kemudian kami data yang pada akhirnya kami desain sesuai dengan keinginan rider untuk musim tahun depan. "

    Preziosi melanjutkan, keuntungan utama dari frame yang sekarang dipakai adalah. "Chasis ini memungkinkan kami untuk bisa menempatkan mesin dalam posisi yang berbeda dan mengubah poros swingarm. Jadi kami tidak perlu memproduksi mesin lainnya, karena yang menjadi kendala saat ini adalah adanya peraturan yang mengijinkan jumlah maksimum mesin yang digunakan hanya sebanyak enam buah."

    Preziosi mengakui pengorbanan berat sang rider selama musim ini memang ditujukan untuk pengembangan. "Ini adalah hal terburuk yang dapat anda harapkan dari rider. Mereka adalah rider-rider hebat dan mereka ingin tampil untuk melakukan yang terbaik selama balapan di sesi akhir pekan, sehingga meminta mereka untuk melakukan uji coba mesin selama sepekan adalah sesuatu yang sangat sulit. Tapi Valentino melakukannya dan Nicky juga dalam rangka memiliki motor yang lebih baik dan kompetitif di masa depan."

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 Lintas MotoGP. Blogger Template by Bloggertheme9
    Proudly Powered by Blogger.
    back to top