• Featured

    Windows 8 Could Have Nine Different Backgrounds and Editions

  • Featured

    Don't miss these 10 Things if you are going for Picnic.

  • Articles

    iPhone 6 Will Look Like

  • Articles

    Solar Powered UAVs To Replace Satellites

  • Tampilkan postingan dengan label Valentino Rossi. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Valentino Rossi. Tampilkan semua postingan
    Performa Valentino Rossi yang masih belum mencapai target optimal mungkin akan berubah pada seri kejuaraan di minggu ini. Vale dan Ducati kini tengah bersiap-siap untuk memasuki seri keempat MotoGP 2012 yang sedianya akan diselenggarakan di Sirkuit Le Mans, Prancis.

    Sirkuit Le Mans meyimpan kenangan manis bagi The Doctor setelah dirinya mampu meraih hasil terbaiknya musim lalu ketika membalap bersama Tim Ducati. Musim lalu, Valentino Rossi dapat mengamankan podium ketiga setelah memulai 28 lap balapan GP Prancis dari grid ke-9. Saat berlaga di kelas premier, Rossi sudah mampu meraih trofi juara pertama balapan di Le Mans sebanyak tiga kali.

    Saat ini Rossi berjuang untuk mengulangi prestasi terbaiknya tersebut dan berkeinginan untuk meningkatkan performa motor GP12 pada trek sepanjang 4.185 meter tersebut. Tujuan utamanya kali ini adalah untuk meraih posisi finish lebih baik dari posisi tujuh yang ia dapatkan sewaktu melakoni race di Estoril lalu.

    Sejauh ini Rossi telah mengoleksi 22 poin yang menempatkannya di peringkat ke-9 dalam klasemen sementara. Perolehan poin pembalap kelahiran Italia tersebut hanya terpaut satu poin dari team-matenya Nicky Hayden.

    Ducati berharap cuaca di Le Mans akan stabil sejak sesi latihan bebas hingga saat balapan berlangsung demi menunjang pekerjaan yang telah mereka rencanakan. Valentino Rossi bakal memulai sesi latihan Hari Jumat dengan memakai settingan yang ia pakai saat membalap di seri Estoril, Portugal lalu.

    Sayangnya, tes pengembangan motor 1000cc yang telah dijadwalkan di Estoril dua pekan lalu dibatalkan akibat hujan. Pembatalan tes membuat Rossi gagal untuk menjajal mesin baru dan baru dapat mencobanya pada tes privat di Mugello mulai Selasa pekan depan.

    Velantino Rossi yang telah sukses meraih gelar juara dunia sebanyak sembilan kali sepanjang karirnya mengatakan: “Sayang sekali kami tidak bisa melakukan tes di Portugal karena kami berencana untuk melanjutkan pengembangan dan karena kami sudah memiliki data terbaru dari balapan, maka kami sebenarnya bisa melakukan sejumlah perbandingan yang menarik.

    “Tetapi secara teknis hal tersebut tidak akan banyak mempengaruhi kami di Le Mans karena update belum akan kami dapatkan hingga kesempatan yang lainnya. Di Prancis, kami akan mempersiapkan motor untuk balapan dengan bekerja seperti halnya saat di Estoril, mulai set up dasar yang sudah agak lebih familiar bagi kami dan mencoba untuk melanjutkan settingan secara bertahap, hingga pada Hari Minggu, kami bisa mencapai potensi maksimal.

    “Le Mans merupakan tempat dimana cuacanya akan menjadi tantangan, khusunya pada tahun ini. Tetapi, ini juga merupakan trek dimana saya meraih hasil terbaik saya bersama Ducati tahun lalu. Kita akan lihat bagaimana akhir pekan ini berjalan, namun kami ingin melakukan pekerjaan dengan sedikit lebih baik dari yang kami telah kerjakan di Portugal.”

    Bos tim Ducati, Vittoriano Guareschi menambahkan: ”Le Mans merupakan trek yang agak aneh, ini merupakan trek yang stop-and-go dan sangat berbeda dengan Estoril. Ini akan memberi kami kesempatan untuk memeriksa set up pada GP12. Valentino memakai settingan ini sepanjang akhir pekan di seri sebelumnya. Jadi kami akan melanjutkan pemakaian set up tersebut untuk membuat kemajuan di Le Mans, tempat dimana kami menjalani balapan yang menyenangkan pada tahun lalu.”

    Akankah Valentino Rossi "Dejavu" di Lemans?

    Posted at  05.52  |  in  Valentino Rossi  |  Read More»

    Performa Valentino Rossi yang masih belum mencapai target optimal mungkin akan berubah pada seri kejuaraan di minggu ini. Vale dan Ducati kini tengah bersiap-siap untuk memasuki seri keempat MotoGP 2012 yang sedianya akan diselenggarakan di Sirkuit Le Mans, Prancis.

    Sirkuit Le Mans meyimpan kenangan manis bagi The Doctor setelah dirinya mampu meraih hasil terbaiknya musim lalu ketika membalap bersama Tim Ducati. Musim lalu, Valentino Rossi dapat mengamankan podium ketiga setelah memulai 28 lap balapan GP Prancis dari grid ke-9. Saat berlaga di kelas premier, Rossi sudah mampu meraih trofi juara pertama balapan di Le Mans sebanyak tiga kali.

    Saat ini Rossi berjuang untuk mengulangi prestasi terbaiknya tersebut dan berkeinginan untuk meningkatkan performa motor GP12 pada trek sepanjang 4.185 meter tersebut. Tujuan utamanya kali ini adalah untuk meraih posisi finish lebih baik dari posisi tujuh yang ia dapatkan sewaktu melakoni race di Estoril lalu.

    Sejauh ini Rossi telah mengoleksi 22 poin yang menempatkannya di peringkat ke-9 dalam klasemen sementara. Perolehan poin pembalap kelahiran Italia tersebut hanya terpaut satu poin dari team-matenya Nicky Hayden.

    Ducati berharap cuaca di Le Mans akan stabil sejak sesi latihan bebas hingga saat balapan berlangsung demi menunjang pekerjaan yang telah mereka rencanakan. Valentino Rossi bakal memulai sesi latihan Hari Jumat dengan memakai settingan yang ia pakai saat membalap di seri Estoril, Portugal lalu.

    Sayangnya, tes pengembangan motor 1000cc yang telah dijadwalkan di Estoril dua pekan lalu dibatalkan akibat hujan. Pembatalan tes membuat Rossi gagal untuk menjajal mesin baru dan baru dapat mencobanya pada tes privat di Mugello mulai Selasa pekan depan.

    Velantino Rossi yang telah sukses meraih gelar juara dunia sebanyak sembilan kali sepanjang karirnya mengatakan: “Sayang sekali kami tidak bisa melakukan tes di Portugal karena kami berencana untuk melanjutkan pengembangan dan karena kami sudah memiliki data terbaru dari balapan, maka kami sebenarnya bisa melakukan sejumlah perbandingan yang menarik.

    “Tetapi secara teknis hal tersebut tidak akan banyak mempengaruhi kami di Le Mans karena update belum akan kami dapatkan hingga kesempatan yang lainnya. Di Prancis, kami akan mempersiapkan motor untuk balapan dengan bekerja seperti halnya saat di Estoril, mulai set up dasar yang sudah agak lebih familiar bagi kami dan mencoba untuk melanjutkan settingan secara bertahap, hingga pada Hari Minggu, kami bisa mencapai potensi maksimal.

    “Le Mans merupakan tempat dimana cuacanya akan menjadi tantangan, khusunya pada tahun ini. Tetapi, ini juga merupakan trek dimana saya meraih hasil terbaik saya bersama Ducati tahun lalu. Kita akan lihat bagaimana akhir pekan ini berjalan, namun kami ingin melakukan pekerjaan dengan sedikit lebih baik dari yang kami telah kerjakan di Portugal.”

    Bos tim Ducati, Vittoriano Guareschi menambahkan: ”Le Mans merupakan trek yang agak aneh, ini merupakan trek yang stop-and-go dan sangat berbeda dengan Estoril. Ini akan memberi kami kesempatan untuk memeriksa set up pada GP12. Valentino memakai settingan ini sepanjang akhir pekan di seri sebelumnya. Jadi kami akan melanjutkan pemakaian set up tersebut untuk membuat kemajuan di Le Mans, tempat dimana kami menjalani balapan yang menyenangkan pada tahun lalu.”


    Mantan pebalap MotoGP Loris Capirossi mengatakan bahwa ia memiliki keyakinan bahwa sang legenda hidup Valentino Rossi masih memiliki kecepatan untuk bersaing dengan Casey Stoner dan Jorge Lorenzo. Syaratnya, Rossi harus mendapatkan motor yang bagus.

    Stoner dan Lorenzo mendominasi balapan MotoGP sejak Rossi merengkuh gelar juara terakhirnya pada 2009 lalu. Sementara itu, kiprah Rossi bersama Ducati jauh dari kata memuaskan. The Doctor baru sekali naik podium dan mengakhiri musim debutnya di urutan tujuh.

    Saat berharap motornya menunjukkan peningkatan di musim keduanya bersama Ducati, Rossi memperoleh kekecewaan. Pada balapan pembuka di Qatar, ia terpaut 30 detik dari Lorenzo yang jadi pemenang dan finis di urutan 10.

    Di tengah rasa frustrasinya, muncul rumor bahwa Rossi akan berpisah dengan Ducati di akhir musim. Meski begitu, Rossi mengaku masih ingin bertahan setidaknya dua tahun lagi.

    Capirossi, yang pensiun dari MotoGP pada akhir musim lalu, yakin kalau kompatriotnya itu belum habis. Permasalahan terletak pada motornya yang tidak kompetitif.

    "Menurut pendapat saya, jika Valentino bisa memiliki sebuah motor yang bagus lagi dia bisa bertarung untuk kemenangan dan bersaing dengan Casey (Stoner) dan Jorge (Lorenzo)," ucap Capirossi kepada MCN.

    "Tapi sedihnya, Ducati masih belum siap untuk itu. Masalahnya adalah bahwa ketika motor tidak tepat dan Anda harus mengendarai dalam kondisi 100 persen maka itu sulit."

    "Saya tidak mengatakan soal motivasi dia sudah hilang tapi kita membicarakan tentang peraih sembilan titel juara dunia yang telah menikmati banyak sekali sukses. Saya pikir ketika dia melihat sebuah peluang maka itu akan menjadi heboh dan dia akan bersaing lagi."

    "Tapi ini bukan situasi yang mudah dan itu akan sulit bagi dia. Ducati kini tertinggal tapi olahraga ini butuh Ducati dan Valentino kembali ke jajaran depan," demikian Capirossi.

    sumber: sport.detik.com

    Rossi harus dapatkan motor bagus agar bisa bersaing dengan Stoner dan Lorenzo

    Posted at  20.01  |  in  Valentino Rossi  |  Read More»


    Mantan pebalap MotoGP Loris Capirossi mengatakan bahwa ia memiliki keyakinan bahwa sang legenda hidup Valentino Rossi masih memiliki kecepatan untuk bersaing dengan Casey Stoner dan Jorge Lorenzo. Syaratnya, Rossi harus mendapatkan motor yang bagus.

    Stoner dan Lorenzo mendominasi balapan MotoGP sejak Rossi merengkuh gelar juara terakhirnya pada 2009 lalu. Sementara itu, kiprah Rossi bersama Ducati jauh dari kata memuaskan. The Doctor baru sekali naik podium dan mengakhiri musim debutnya di urutan tujuh.

    Saat berharap motornya menunjukkan peningkatan di musim keduanya bersama Ducati, Rossi memperoleh kekecewaan. Pada balapan pembuka di Qatar, ia terpaut 30 detik dari Lorenzo yang jadi pemenang dan finis di urutan 10.

    Di tengah rasa frustrasinya, muncul rumor bahwa Rossi akan berpisah dengan Ducati di akhir musim. Meski begitu, Rossi mengaku masih ingin bertahan setidaknya dua tahun lagi.

    Capirossi, yang pensiun dari MotoGP pada akhir musim lalu, yakin kalau kompatriotnya itu belum habis. Permasalahan terletak pada motornya yang tidak kompetitif.

    "Menurut pendapat saya, jika Valentino bisa memiliki sebuah motor yang bagus lagi dia bisa bertarung untuk kemenangan dan bersaing dengan Casey (Stoner) dan Jorge (Lorenzo)," ucap Capirossi kepada MCN.

    "Tapi sedihnya, Ducati masih belum siap untuk itu. Masalahnya adalah bahwa ketika motor tidak tepat dan Anda harus mengendarai dalam kondisi 100 persen maka itu sulit."

    "Saya tidak mengatakan soal motivasi dia sudah hilang tapi kita membicarakan tentang peraih sembilan titel juara dunia yang telah menikmati banyak sekali sukses. Saya pikir ketika dia melihat sebuah peluang maka itu akan menjadi heboh dan dia akan bersaing lagi."

    "Tapi ini bukan situasi yang mudah dan itu akan sulit bagi dia. Ducati kini tertinggal tapi olahraga ini butuh Ducati dan Valentino kembali ke jajaran depan," demikian Capirossi.

    sumber: sport.detik.com


    Gaya Rossi diatas Ducati penyebab kekalahannya?. Valentino Rossi menganggap faktor motor sebagai penyebab dia belum bisa tampil bagus bersama Ducati. Lalu, kenapa Casey Stoner bisa menaklukkan Desmosedici dan jadi juara dunia?

    Sejak membela Ducati pada musim 2011, Rossi tak kunjung bersinar. Di musim debutnya, pebalap asal Italia itu cuma sekali naik podium dan tak sekali pun memenangi balapan.

    Pada musim ini, peruntungan Rossi mungkin juga belum berubah. Di seri perdana di Qatar, The Doctor cuma finis di posisi kesepuluh, kalah dari rekan setimnya, Nicky Hayden, yang finis keenam.

    Setiap kali meraih hasil jelek, Rossi kerap kali "menyalahkan" motornya. Dia menyebut motornya masih bermasalah di sana-sini.

    Kalau memang motor Desmosedici bermasalah, kenapa Stoner tak banyak mengeluhkannya saat masih membela Ducati pada periode 2007-2010? Bahkan, pebalap Australia itu mampu memenangi 23 seri dan sekali jadi juara dunia.

    "Dia (Stoner) punya gaya membalap yang sangat aneh dan dia juga masih muda pada tahun 2007, jadi lebih mudah baginya untuk beradaptasi dengan Ducati," komentar Rossi diAutosport.

    "Dia berkembang bersama Ducati, jadi dia harus berterima kasih kepada Ducati. Kalau dia bisa membalap seperti sekarang itu karena dia berkembang dengan motor ini, di mana kalau Anda tak mengendarainya dengan cara khusus Anda akan kacau," ujar rider 33 tahun ini.

    Gaya Rossi diatas Ducati penyebab kekalahannya?

    Posted at  19.56  |  in  Valentino Rossi  |  Read More»


    Gaya Rossi diatas Ducati penyebab kekalahannya?. Valentino Rossi menganggap faktor motor sebagai penyebab dia belum bisa tampil bagus bersama Ducati. Lalu, kenapa Casey Stoner bisa menaklukkan Desmosedici dan jadi juara dunia?

    Sejak membela Ducati pada musim 2011, Rossi tak kunjung bersinar. Di musim debutnya, pebalap asal Italia itu cuma sekali naik podium dan tak sekali pun memenangi balapan.

    Pada musim ini, peruntungan Rossi mungkin juga belum berubah. Di seri perdana di Qatar, The Doctor cuma finis di posisi kesepuluh, kalah dari rekan setimnya, Nicky Hayden, yang finis keenam.

    Setiap kali meraih hasil jelek, Rossi kerap kali "menyalahkan" motornya. Dia menyebut motornya masih bermasalah di sana-sini.

    Kalau memang motor Desmosedici bermasalah, kenapa Stoner tak banyak mengeluhkannya saat masih membela Ducati pada periode 2007-2010? Bahkan, pebalap Australia itu mampu memenangi 23 seri dan sekali jadi juara dunia.

    "Dia (Stoner) punya gaya membalap yang sangat aneh dan dia juga masih muda pada tahun 2007, jadi lebih mudah baginya untuk beradaptasi dengan Ducati," komentar Rossi diAutosport.

    "Dia berkembang bersama Ducati, jadi dia harus berterima kasih kepada Ducati. Kalau dia bisa membalap seperti sekarang itu karena dia berkembang dengan motor ini, di mana kalau Anda tak mengendarainya dengan cara khusus Anda akan kacau," ujar rider 33 tahun ini.


    Musim terakhir Rossi di Ducati?. Rasa tidak puas Valentino Rossi terhadap performa Ducati tunggangannya di Losail memicu isu terkait kebersamaan rider dan pabrikan yang sama-sama dari Italia tersebut. 

    Meski baru satu seri dilewati, kedua pihak dikabarkan berpisah di akhir musim.Ducati melontarkan kritik keras pasca seri perdana musim 2012 di Losail akhir pekan lalu. Setelah memulai balapan dari posisi 12, juara dunia sembilan kali itu menuntaskan balapan di posisi 10."Kami tidak bisa kompetitif. Saya tidak bisa mengendarai motor seperti ini. 

    Saya tidak bisa membuat perbedaan, bahkan menjaga persaingan dengan (Nicky) Hayden, yang seharusnya saya bisa lebih cepat," cetus Rossi pasca balapan di Losail.Berpijak pada hasil ujicoba pra musim, Rossi dan Ducati sadar kalau balapan di Qatar akan sulit buat mereka. Tapi tertinggal 2,1 detik dari peraih pole dan kalah 1,1 detik di belakang Hayden sulit diterima pembalap berjuluk The Doctoritu.Kondisi tersebut membuat isu perpisahan Rossi dengan Ducati muncul ke permukaan. 

    Marca memberitakan kalau Rossi akan meninggalkan pabrikan asal Italia itu dan memperkuat tim satelit Yamaha di musim 2012. Rossi malah disebut sudah punya sponsor untuk musim depan yakni Coca-Cola."Ducati tidak mengembangkan motor ke arah yang saya indikasikan, tapi saya bukan insiyur. Yang bisa saya lakukan adalah memberi mereka informasi, tak lebih. 

    Harapan sudah tersimpan sejak musim lalu. Kini kami butuh lebih dari harapan, sebuah motor yang bagus," seru Rossi ketika itu. Benarkah Rossi dan Ducati akan berpisah musim ini?. Kita tunggu saja kabar selengkapnya dari Tim Official Ducati.

    Musim terakhir Rossi di Ducati?

    Posted at  19.54  |  in  Valentino Rossi  |  Read More»


    Musim terakhir Rossi di Ducati?. Rasa tidak puas Valentino Rossi terhadap performa Ducati tunggangannya di Losail memicu isu terkait kebersamaan rider dan pabrikan yang sama-sama dari Italia tersebut. 

    Meski baru satu seri dilewati, kedua pihak dikabarkan berpisah di akhir musim.Ducati melontarkan kritik keras pasca seri perdana musim 2012 di Losail akhir pekan lalu. Setelah memulai balapan dari posisi 12, juara dunia sembilan kali itu menuntaskan balapan di posisi 10."Kami tidak bisa kompetitif. Saya tidak bisa mengendarai motor seperti ini. 

    Saya tidak bisa membuat perbedaan, bahkan menjaga persaingan dengan (Nicky) Hayden, yang seharusnya saya bisa lebih cepat," cetus Rossi pasca balapan di Losail.Berpijak pada hasil ujicoba pra musim, Rossi dan Ducati sadar kalau balapan di Qatar akan sulit buat mereka. Tapi tertinggal 2,1 detik dari peraih pole dan kalah 1,1 detik di belakang Hayden sulit diterima pembalap berjuluk The Doctoritu.Kondisi tersebut membuat isu perpisahan Rossi dengan Ducati muncul ke permukaan. 

    Marca memberitakan kalau Rossi akan meninggalkan pabrikan asal Italia itu dan memperkuat tim satelit Yamaha di musim 2012. Rossi malah disebut sudah punya sponsor untuk musim depan yakni Coca-Cola."Ducati tidak mengembangkan motor ke arah yang saya indikasikan, tapi saya bukan insiyur. Yang bisa saya lakukan adalah memberi mereka informasi, tak lebih. 

    Harapan sudah tersimpan sejak musim lalu. Kini kami butuh lebih dari harapan, sebuah motor yang bagus," seru Rossi ketika itu. Benarkah Rossi dan Ducati akan berpisah musim ini?. Kita tunggu saja kabar selengkapnya dari Tim Official Ducati.

    Seperti yang telah diketahui bahwa hubungan antara Valentino Rossi dengan Repsol Honda memang sudah sejak lama diketahui kurang harmonis. Hal yang semakin mempertegas hal ini adalah 'perang' atau twit-war yang terjadi antara keduanya melalui jejaring sosial Twitter.

    Kejadiannya bermula dari sebuah posting HRC melalui akun twitternya (@HRC_MotoGP). HRC mempublikasikan gambar yang berisi statistik perbandingan antara Rossi dengan Casey Stoner sejak tahun 2006 lalu.

    Statistik itu menyebut kalau sejak musim 2006 Stoner sudah menjalani 100 balapan, meraih 33 kemenangan, 34 pole position, 59 podium, dua titel juara dunia dan kemenangan balapan mencapai 33%.

    Catatan yang dimiliki Stoner tersebut lebih baik dari yang dipunya Rossi. Pada periode yang sama, The Doctor menjalani 101 balapan, meraih 26 kemenangan, 19 pole, 58 podium, dua titel juara dunia dan prosentase kemenangan yang sebesar 25,7%.

    HRC memposting gambar statistik tersebut dengan disertai tulisan 'statistik berbicara'. Inilah yang kemudian membuat Rossi terpancing. Juara dunia tujuh kali di kelas berbeda itu membalas melalui akun twitter pribadinya @ValeYellow46.

    "Eh eh, sangat mudah membandingkan angka-angka antara saya dengan Stoner sejak 2006, saat (itu) saya sudah memenangi lima titel juara dunia dan memenangi 53 balapan MotoGP. Harusnya yang dibandingkan adalah lima tahun pertama saya dan lima tahun pertama Stoner," tulis Rossi.

    Bukan Rossi saja yang protes dengan postingan HRC tersebut karena beberapa follower mereka juga mempertanyakan maksud pemuatan statistik tersebut. HRC kemudian mencabut postingan tersebut dan mengatakan kalau mereka tak bermaksud meremehkan Rossi.

    "Jangan menganggapnya terlalu serius! Itu cuma sedikit bersenang-senang...."

    "Uhhhh, tidak meremehkan... hanya menunjukkan pencapaian Casey... lagi pula INI adalah twitter milik HRC dan bukan punya Ducati," tulis HRC menjawab protes fans.

    "Ok ok... kami akan menghapusnya... itu bukan meremehkan pencapaian @ValeYellow46 ... hanya membandingkan! #dugdeepenoughnow."

    Apakah statistik ini berpengaruh terhadap ajang MotoGP 2012?. Tunggu saja hasilnya di sirkuit.


    detiksport

    Valentino Rossi dan Honda "perang" di Twitter

    Posted at  22.36  |  in  Valentino Rossi  |  Read More»

    Seperti yang telah diketahui bahwa hubungan antara Valentino Rossi dengan Repsol Honda memang sudah sejak lama diketahui kurang harmonis. Hal yang semakin mempertegas hal ini adalah 'perang' atau twit-war yang terjadi antara keduanya melalui jejaring sosial Twitter.

    Kejadiannya bermula dari sebuah posting HRC melalui akun twitternya (@HRC_MotoGP). HRC mempublikasikan gambar yang berisi statistik perbandingan antara Rossi dengan Casey Stoner sejak tahun 2006 lalu.

    Statistik itu menyebut kalau sejak musim 2006 Stoner sudah menjalani 100 balapan, meraih 33 kemenangan, 34 pole position, 59 podium, dua titel juara dunia dan kemenangan balapan mencapai 33%.

    Catatan yang dimiliki Stoner tersebut lebih baik dari yang dipunya Rossi. Pada periode yang sama, The Doctor menjalani 101 balapan, meraih 26 kemenangan, 19 pole, 58 podium, dua titel juara dunia dan prosentase kemenangan yang sebesar 25,7%.

    HRC memposting gambar statistik tersebut dengan disertai tulisan 'statistik berbicara'. Inilah yang kemudian membuat Rossi terpancing. Juara dunia tujuh kali di kelas berbeda itu membalas melalui akun twitter pribadinya @ValeYellow46.

    "Eh eh, sangat mudah membandingkan angka-angka antara saya dengan Stoner sejak 2006, saat (itu) saya sudah memenangi lima titel juara dunia dan memenangi 53 balapan MotoGP. Harusnya yang dibandingkan adalah lima tahun pertama saya dan lima tahun pertama Stoner," tulis Rossi.

    Bukan Rossi saja yang protes dengan postingan HRC tersebut karena beberapa follower mereka juga mempertanyakan maksud pemuatan statistik tersebut. HRC kemudian mencabut postingan tersebut dan mengatakan kalau mereka tak bermaksud meremehkan Rossi.

    "Jangan menganggapnya terlalu serius! Itu cuma sedikit bersenang-senang...."

    "Uhhhh, tidak meremehkan... hanya menunjukkan pencapaian Casey... lagi pula INI adalah twitter milik HRC dan bukan punya Ducati," tulis HRC menjawab protes fans.

    "Ok ok... kami akan menghapusnya... itu bukan meremehkan pencapaian @ValeYellow46 ... hanya membandingkan! #dugdeepenoughnow."

    Apakah statistik ini berpengaruh terhadap ajang MotoGP 2012?. Tunggu saja hasilnya di sirkuit.


    detiksport

    Sesi uji coba Valentino Rossi bersama Desmocedici GP12
    Valentino Rossi telah melakukan uji coba Ducati versi eksperimen dari GP12 1000cc  beberapa waktu lalu yang rencananya akan dipakai untuk musim depan, dan begitu juga pembalap dari factory racing lainnya. Ducati Desmosedici kini telah dilengkapi dengan frame perimeter aluminium dan telah diuji coba di Valencia hari ini.

    Dalam sebuah wawancara dengan motogp.com, Direktur Teknik Ducati, Filippo Preziosi menggambarkan versi uji coba Desmosedici, namun ia menekankan bahwa itu hanyalah titik awal untuk mengembangkan Ducati-nya tahun depan.

    "Sekarang kami telah merancang sebuah motor yang memiliki teknologi frame yang berbeda, kami ingin agar motor ini dapat mendistribusikan beratnya dan juga untuk hal-hal yang lainnya sebagai perbandingan. Kemudian kami menganalisa komentar dari sang rider untuk kemudian kami data yang pada akhirnya kami desain sesuai dengan keinginan rider untuk musim tahun depan. "

    Preziosi melanjutkan, keuntungan utama dari frame yang sekarang dipakai adalah. "Chasis ini memungkinkan kami untuk bisa menempatkan mesin dalam posisi yang berbeda dan mengubah poros swingarm. Jadi kami tidak perlu memproduksi mesin lainnya, karena yang menjadi kendala saat ini adalah adanya peraturan yang mengijinkan jumlah maksimum mesin yang digunakan hanya sebanyak enam buah."

    Preziosi mengakui pengorbanan berat sang rider selama musim ini memang ditujukan untuk pengembangan. "Ini adalah hal terburuk yang dapat anda harapkan dari rider. Mereka adalah rider-rider hebat dan mereka ingin tampil untuk melakukan yang terbaik selama balapan di sesi akhir pekan, sehingga meminta mereka untuk melakukan uji coba mesin selama sepekan adalah sesuatu yang sangat sulit. Tapi Valentino melakukannya dan Nicky juga dalam rangka memiliki motor yang lebih baik dan kompetitif di masa depan."

    Uji coba Valentino Rossi dan Desmocedici GP12 di Valencia !

    Posted at  07.50  |  in  Valentino Rossi  |  Read More»

    Sesi uji coba Valentino Rossi bersama Desmocedici GP12
    Valentino Rossi telah melakukan uji coba Ducati versi eksperimen dari GP12 1000cc  beberapa waktu lalu yang rencananya akan dipakai untuk musim depan, dan begitu juga pembalap dari factory racing lainnya. Ducati Desmosedici kini telah dilengkapi dengan frame perimeter aluminium dan telah diuji coba di Valencia hari ini.

    Dalam sebuah wawancara dengan motogp.com, Direktur Teknik Ducati, Filippo Preziosi menggambarkan versi uji coba Desmosedici, namun ia menekankan bahwa itu hanyalah titik awal untuk mengembangkan Ducati-nya tahun depan.

    "Sekarang kami telah merancang sebuah motor yang memiliki teknologi frame yang berbeda, kami ingin agar motor ini dapat mendistribusikan beratnya dan juga untuk hal-hal yang lainnya sebagai perbandingan. Kemudian kami menganalisa komentar dari sang rider untuk kemudian kami data yang pada akhirnya kami desain sesuai dengan keinginan rider untuk musim tahun depan. "

    Preziosi melanjutkan, keuntungan utama dari frame yang sekarang dipakai adalah. "Chasis ini memungkinkan kami untuk bisa menempatkan mesin dalam posisi yang berbeda dan mengubah poros swingarm. Jadi kami tidak perlu memproduksi mesin lainnya, karena yang menjadi kendala saat ini adalah adanya peraturan yang mengijinkan jumlah maksimum mesin yang digunakan hanya sebanyak enam buah."

    Preziosi mengakui pengorbanan berat sang rider selama musim ini memang ditujukan untuk pengembangan. "Ini adalah hal terburuk yang dapat anda harapkan dari rider. Mereka adalah rider-rider hebat dan mereka ingin tampil untuk melakukan yang terbaik selama balapan di sesi akhir pekan, sehingga meminta mereka untuk melakukan uji coba mesin selama sepekan adalah sesuatu yang sangat sulit. Tapi Valentino melakukannya dan Nicky juga dalam rangka memiliki motor yang lebih baik dan kompetitif di masa depan."

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 Lintas MotoGP. Blogger Template by Bloggertheme9
    Proudly Powered by Blogger.
    back to top